Buda Kliwon Shinta atau 4 hari setelah hari Saraswati disebut dengan hari raya Pagerwesi. Sebenarnya kedua hari raya ini memiliki kaitan, dimulai dari sabtunya Saraswati, minggu adl Banyu Pinaruh, senin-nya disebut Soma Ribek dan rabu adalah Pagerwesi. Hari raya Pagerwesi kali ini jatuh Rabu 18 April 2007. Sama hal-nya dgn Saraswati, hari Pagerwesi dirayakan umat Hindu setiap 210 hari sekali.
Pada hari Pagerwesi, Tuhan dalam manifestasi beliau turun memberikan berkahnya dalam wujud sebagai Bhatara Guru yg memberikan sinar suci-Nya kepada umat Hindu. Pagerwesi berasal dari kata Pager=pagar dan Wesi=besi. Pagar besi yg dimaksud adalah usaha untuk memagari ilmu pengetahuan yg diperingati saat Saraswati agar tidak digunakan diluar perintah Tuhan. Ilmu pengetahuan harus digunakan dgn bijaksana untuk kebaikan. Maka dari itu harus ada pagar sebagai batas-batas berupa tattwa (filsafat) dan weda. Umat Hindu merayakan hari Pagerwesi dgn bersembahyang di pura desa setempat dengan mempersembahkan banten berupa sesajen yg terbut dari buah2n, jajanan, dan kelengkapan lainnya. Tradisi di desa saya Sanur saat Pagerwesi adalah persembahyangan di pura Agung dan pura Desa. Malam harinya ada pementasan Barong sakral yg merupakan sesuhunan kami di desa.
No comments:
Post a Comment